Senin, 11 Januari 2021

NATAIJUL IBADAH (Pengaruh Positif Ibadah)

 

Ibadah yang benar (al-ibadatus salimah) akan membawa pengaruh-pengaruh yang positif pada jiwa kita.

 

Pertama, semakin teguhnya keimanan (al-iman).

Allah SWT menyeru kita untuk selalu istiqamah menjaga keimanan. Dia berfirman,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ

 

    “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya…” (QS. An-Nisa, 4: 136)

 

Kedua, semakin kuatnya penyerahan diri dan ketundukkan kita kepada Allah SWT. (al-Islam).

Di saat kita melakukan ibadah, hakikatnya, saat itu kita sedang melakukan kristalisasi kesadaran diri terhadap keagungan Allah SWT.

 

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 

اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

 

    “Jagalah Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu“ (HR at-Tirmidzi no. 2516, Ahmad [1/293] dan lain-lain, dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “Shahihul jaami’ish shagiir” no. 7957).

 

Makna “menjaga Allah” adalah menunaikan hak-hak-Nya dengan selalu beribadah kepadanya, serta menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

 

Ketiga, memperkokoh ihsan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang apa itu ihsan.

 

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

 

    “Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya; jika kamu tidak dapat melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari-Muslim)

 

Maka jika kita beribadah kepada Allah -seraya terus berupaya memperbaikinya sehingga menjadi ibadah yang benar- akan semakin kuatlah ihsan kita, dalam arti semakin kokohnya kesadaran akan muraqabatullah (pengawasan Allah) dalam diri.

 

Keempat, meneguhkan tawakkal kepada-Nya.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

 

    “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Thalaq, 65 : 3)

 

Mengenai tawakkal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

 

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ ، تَغدُوْ خِمَاصًا ، وتَرُوْحُ بِطَانًا

 

     “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sungguh-sungguh tawakkal kepada-Nya, sungguh kalian akan diberikan rizki oleh Allah sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung. Pagi hari burung tersebut keluar dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad)

 

Nah itulah beberapa pengaruh positif ibadah sebenarnya masih banyak lagi pengaruh positifnya. Oleh karena itu lah kita harus senantiasa beribadah kepada Allah agar kita dimudahkan dalam kehidupan kita baik di dunia maupun akhirat. Semoga bermanfaat. Mataaa-.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERILAKU KONSUMEN By Muhammad Faisal

  PERILAKU KONSUMEN Diajukan dalam rangka tugas Evaluasi Tengan Semester mata kuliah Perilaku Konsumen Dosen Pengampu : Pulze Pulung...