TERBENTUKNYA KETIDAKMAMPUAN SOSIAL
Para ahli psikologi memberi istilah desain disemia (dari kata Yunani dis yang berarti sulit dan semes yang berarti isyarat) untuk ketidakmampuan belajar dalam wilayah pesan nonverbal; kurang lebih dari 10 anak memiliki satu atau lebih masalah dalam wilayah Ini masalahnya dapat terletak pada ketidakpekaan akan wilayah ruang pribadi, sehingga seseorang penderita seringkali berdiri terlampau dekat dengan lawan bicaranya atau menempatkan barang-barang miliknya di wilayah orang lain.
Banyak penelitian dipusatkan untuk menemukan anak-anak yang menunjukkan
tanda-tanda cacat sosial, anak dengan kecanggungan yang membuat mereka diabaikan atau
ditolak oleh kawan-kawan mereka. Selain anak-anak yang ditolak karena kenakalan mereka,
anak-anak yang dijauhi kawan-kawan mereka pasti menderita cacat dalam dasar-dasar
interaksi tatap muka terutama aturan aturan tak tertulis yang mengatur hubungan antar pribadi.
Apabila anak-anak kurang pintar dalam berbahasa, orang menganggap mereka tidak pintar
atau berpendidikan buruk, Tetapi bila anak-anak tidak mengikuti aturan-aturan
nonverbal dalam berinteraksi, orang menganggap mereka aneh dan menjauhi mereka titik mereka
adalah anak- anak yang tidak tahu cara bergabung dalam permainan dengan cara yang manis yang menyentuh orang lain dengan cara-cara yang tidak mengenakkan bukannya
menimbulkan rasa bersahabat. Mereka adalah anak-anak yang gagal menguasai bahasa isyarat
emosi, dan yang secara tidak sadar mengirim pesan-pesan yang menimbulkan rasa tidak
nyaman. Sebagaimana disebutkan oleh Stephen nowitzki, ahli psikologi dari emory
University yang mempelajari kemampuan nonverbal anak-anak, anak-anak yang tidak mampu membaca
atau mengungkapkan emosi dengan baik akan terus-menerus merasa prestasi pada
pokoknya mereka tidak memahami apa yang sedang terjadi titik jenis komunikasi ini
merupakan dasar dari apa apa yang dilakukan, seperti Anda tak dapat tidak memperlihatkan
ekspresi wajah atau sikap tubuh, atau menyembunyikan ada suara titik Apabila Anda keliru dalam
mengirim pesan-pesan emosional, anda terus-menerus merasakan bahwa orang menanggapinya
dengan cara-cara yang janggal. Anda ditolak namun tidak tahu mengapa titik seandainya
anda berpikir bahwa anda bersikap bahagia Tetapi sebetulnya justru tampak kelewat
senang atau marah, sebagai balasannya orang-orang lain akan marah kepada anda tetapi anda
tidak tahu penyebabnya. Anak-anak semacam itu pada akhirnya merasa tidak memiliki pegangan bagaimana orang lain memperlakukan mereka karena tindakan mereka tidak memiliki pengaruh seperti yang mereka harapkan. Hal itu membuat mereka merasa tak
berdaya depresi dan apatis.
Selain dikucilkan dari pergaulan, anak-anak semacam itu juga mengalami
kesulitan secara akademis. Ruang kelas, pasti, lebih merupakan situasi sosial dari pada situasi
akademis, anak- anak yang canggung secara sosial akan cenderung salah baca dan salah tangkap
terhadap gurunya seperti halnya terhadap anak lain titik rasa takut dan kecemasan mereka
akan mengakibatkan terganggunya kemampuan untuk belajar dengan baik. Sesungguhnya, pengujian pengujian kepekaan nonverbal anak-anak telah membuktikan bahwa
prestasi akademis anak-anak yang salah membaca isyarat-isyarat emosional cenderung lebih
rendah dibandingkan dengan potensi akademis mereka menurut tes IQ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar