Manusia diciptakan Allah dalam keadaan fitrah yang bersifat hanif kepada Islam. Salah
satu sifat fitrah itu adalah menjaga keseimbangan antara ruh, akal dan jasad.
Keperluan jasad adalah makan, istirahat dan olah raga. Memenuhi keperluan jasad
berarti menyeimbangkan konsumsi jasad agar tidak sakit. Keperluan akal adalah ilmu.
Memenuhi keperluan akal berarti menuntut ilmu agar tidak bodoh dan merugi. Sedangkan
keperluan ruh adalah dzikrullah.
Ketiganya harus dikelola sescara seimbang agar mendapatkan kenikmatan lahir dan
batin.
Hasiyah :
¨ Fitrah hanif
Allah swt menciptakan manusia secara fitrah dan diberikan kecenderungan yang hanif kepada
sesuatu yang baik, sehingga dapat menilai mana yang baik dan man yang buruk khususnya
kepada nilai-nilai yang universal. Fitrah sedemikian ini perlu dijaga dan jangan sampai
tertutup kepada maksiat dan dosa sehingga firahnya tak lagi berfungsi dengan baik dalam
menilai.
Dalil : manusia fitrah (QS. 30 : 30, 7 : 712, 75 : 14) lurus (QS. 30 : 30)
¨ Tawazun
Allah swt menciptakan alam tanpa ada satupun yang tidak seimbang (tidak proporsional).
Keseimbangan manusia adalah proporsionalnya konsumsi dan fungsi ruh, akal dan jasad.
Dalil : seimbang (QS. 55 : 7, 9)
¨ Jasad
Manusia diperintahkan mengkonsumsi makanan yang baik yang dibutuhkan jasad dan menjauhi
makanan yang haram dan merusak jasad. Arahan ini adalah agar jasad dapat difungsikan
dengan optimal bagi ibadah.
Dalil : gizi tubuh, makanan dan kesehatan (QS. 2 : 168)
¨ Akal
Allah swt menyuruh kita untuk mendayagunakan akal fikiran untuk :
merespon ilham dari peristiwa alam
mendekatkan diri kepada Allah
Dalil : akal, gizi akal, ilmu (QS. 96 : 1, 55 : 1-4)
¨ Ruh
Ketenteraman dan kedamaian ruh adalah hasil dari mengkonsumsi gizi ruh : dzikrullah.
Dalil : ruh, gizi ruh, dzikrullah (QS. 73 : 1-20, 13 : 28, 3 : 191)
¨ Nikmat
Terpenuhinya konsumsi ketiga hal tersebut bagi manusia menakibatkan hadirnya kenikmatan
zhahir dan batin Dalil : dengan terpenuhinya konsumis ketiganya akan didapat nikmat zhahir
dan batin (QS. 31 : 20).